Wednesday, November 20, 2013

Colour -by Deni W-

Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

Colour

Angin yang berbisik menegaskan keberadaannya
Berhembus melalui sela-sela kaki yang tampak lelah
Sedikit mendorong tubuh maju ke depan
Sedikit memori yang terlintas


Terlalu banyak alasan,
Terlalu banyak kesedihan
Karena semua hal itu, aku tetap akan melangkah pada jalan yang berujung ini

Sekarang...
Dengarkanlah lewat hati
Lihatlah dengan hati
Semua warna mulai bersinar..

Seperti janji Tuhan
“Sebuah cahaya yang lebih indah akan terlihat setelah melewati jalan gelap”
 Teruslah berlari
Walaupun hidup ini berujung, tetaplah menatap lurus

Sekarang...
Sedikit lagi aku sampai pada satu titik,
Titik yang menghubungkan dengan titik lainnya

Aku masih saja polos
Tidak mengerti kehidupan
Hanya saja aku teringat seseorang berkata
“Karena masa depan adalah hal yang samar, jalani saja apa yang ada sekarang”

Hanya untuk menjadi lebih baik....

DANCE LIE -by Deni W-

Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

DANCE  LIE

Tenggorokan yang tertusuk duri
Pecahan gelas yang berserakan
Terinjak kaki tanpa alas, shouts bleed...

Aaaah....!!!
Gantungan pada leher, semakin kuat
Sebuah hukuman, menyakitkan
Mata yang dipaksa tak berkedip
Mulai menetes aroma merah yang indah

Sebuah tarian, no regret
Sebuah tarian, pervert
Sebuah tarian, happines
Sebuah tarian, kill

TERIAKAN berdarah
Semakin sakit, semakin tertawa
Itukah balasanmu, menyakitkan..

Mulai bergoyang tubuhnya
Mengikuti alunan setiap detik
Tanpa kaki yang menginjak alas
Terus menari, tangan yang diikat

Itukah caramu?
Duniamu begitu gelap

Bayangan mulai lari dari tempat itu
Bersembunyi diantara pada penari
Tertawa tanpa penyesalan
A trap web spider
You lose...


Kebodohan mengharuskanmu menanggungnya..

Sebuah tarian, no regret
Sebuah tarian, pervert
Sebuah tarian, happines
Sebuah tarian, kill

SHOUTS BLEED, SHOUTS BLEED
SHOUTS BLEED, SHOUTS BLEED
Yeah...
SHOUTS BLEED, SHOUTS BLEED
SHOUTS BLEED, SHOUTS BLEED

A dance lie...
Menyedihkan, menyakitkan, balas dendam...
Keharusan yang menakutkan

TERIAKAN berdarah
Semakin sakit, semakin tertawa
Itukah balasanmu, menyakitkan..

UNPARDONABLE SIN -by Deni W-



Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

UNPARDONABLE SIN

Scream and scream..
Scream and scream..
Scream and scream..
Scream and scream..

Doa dari tangan kecil yang ternodai darah
Menutup mata dan tertawa
Doa dari tangan kecil yang menengadah ke langit
Tak ada sebuah jawaban

Nyanyian kehancuran, meledak..
Tanah berwarna merah
Bau amis tak terbantahkan
Kenyataan bahwa dunia ini hancur

Daging yang mengambang di sungai
Mengikuti arus tanpa bisa melawan
Mata semakin disipitkan, senyuman diperlebar

UNPARDONABLE SIN
Building empire
Building destruction
It’s my pain





RAIN -by Deni W-

Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

RAIN

Air mata yang terus mengalir
Mencoba menutupinya dengan hujan
Dinginnya yang membekukan hati
Mengapa hujan menyakiti ku..?

Siapkah aku mendengar sebuah kebenaran?
Sebenarnya aku hanya ingin mendengarkan kebohongan
Perasaaan yang diikat ini begitu menyakitkan
Ditarik kerasnya hatimu

Cahaya yang cukup terang itu hanya lampu jalanan
Kita hanya berdiri dibawahnya
Bersama hujan yang terus mengaliri aspal keras malam ini
Kau hanya ingin berteduh

Mungkinkah tanganku bisa membawa mu
Siapkah aku mendengarkan sebuah kenyataan?
Mengapa hujan mengganggu kita?
Mengapa hujan mencoba menghancurkan ku?

Berjalan di atas aspal yang mulai mengembun
Aku pun terjatuh...
Tak mungkin bisa melupakanmu
Tak mungkin, seberapa keras pun aku mencobanya

Mengapa hujan menghancurkan ku?
Mengapa hujan menghancurkan ku?


12 Oktober 2013

TANAH KAMI by Deni W

 Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

TANAH KAMI

Hujan darah waktu itu
Mengubah warna aspal menjadi merah pekat
Bukan pada waktu yang tepat
Bukan pada hari yang tepat

Keindahan tarian peluru
Kekuatan keabadian
Taring yang mencoba menggigit
Sebuah keabadian hancur

300 tahun, cukup...!!!
Kemunafikan dalan keabadian
Takkan bertahan lama setelah aku meminum darahmu
Persetan dengan hasutan
Persetan dengan kalian
Tanah kami tak bisa menerima
Masuklah dalam lubang yang kami buat
Hancurlah... Matilah...

Kami takkan bisa hancur
Kami takkan bisa lelah
Kami akan membalasnya suatu saat nanti
Giliran kami menghancurkan kalian

Hanya ada daun kering untuk menutupi tubuh kami
Sementara kau dengan kapas yang berkilauan

Kebohongan atas dunia yang berkilauan
Tradisi kebaikan yang manipulasi
Menghasut untuk menyengsarakan
Kebodohan kami yang menerimamu


Rain NIGHT by Deni W

 Original by Deni W
*DILARANG MENGCOPY TANPA IJIN

Rain NIGHT

Langit kita mulai meredub
Disepanjang jalan ketika kita berseberangan
Melangkahkan kaki ke arah berbeda
Selalu... sama seperti sebelumnya

Bukan kebencian atau ketakutan
Aku hanya mencintaimu

Angin yang berhembus waktu itu
Juga hujan yang tetes pertama musim ini
Tak pernah ku lupa
Pancaran senyumanmu ketika melihatnya

Sekarang, genangan air ini juga masih sama
Diwarnai lampu jalanan, berwarna warni
Begitu indah...
Selamanya, selalu terulang...

Apa ini cukup mewakili?
Apa yang kurasakan begitu sulit, tak terbayangkan
Merpati yang pulang
Hanya untuk meringkuk, terdiam


Jalan setapak di hutan senja by Deni W

Original by Deni W
*dilarang mengcopy tanpa ijin


Jalan setapak di hutan senja


Daun yang berguguran
Menguning perlahan menutupi sekitar
Tanpa alas ku berjalan dengan keberanian bodohku
Dari mimpi yang mengambang

Dari mimpi yang tenggelam
Di tempat ini semuanya dimulai
Menelurusi jalan setapak di hutan senja
Halusinasi cahaya keabadian

Menguraikan siluet menjadi warna keemasan
Menyilaukan dalam mata redup ini
Masa depan yang tak terlihat
Hanya melangkah mengikuti hati

Kebencian, kebahagiaan, kesedihan
Kekuatan, kelemahan, penyesalan, kebaikan
Puisi kehidupan daun kuning
Mengering, mengelupaskan kulit transparan ku

Saat ku mengepakkan sayap ini, melihat sekitar
Mulai berubah menjadi orange yang teduh
Dari mimpi yang tenggelam
Di tempat ini semuanya dimulai
Menelurusi jalan setapak di hutan senja
Halusinasi cahaya keabadian

Semuanya kepalsuan
Semuanya kebisuan
Hanya melangkah maju yang bisa ku lakukan
Semuanya harus dirasakan dengan hati